Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hal Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Vape Liquid

https://pixabay.com/
Mengulas seputar vape liquid |Pixabay.com

Terkadang muncul dalam benak kita, apa sih perbedaan antara rokok biasa dengan rokok elektrik atau yang bisa kita kenal dengan sebutan vape. Terkadang kita bisa saja menyebut vape adalah rokok, namun dengan sistem penggunaan yang berbeda.

Kemudian apa yang bisa kita ketahui dari vape liquid? vape liquid memiliki berbagai macam rasa yang nantinya diproses secara elektronik hingga menghasilkan asap. Apakah keamanannya sudah terjamin dengan adanya regulasi tertentu yang mengatur hal tersebut?. Menurut kesimpulan sementara menyatakan bahwa apa yang ada di label belum tentu apa yang kita dapatkan atau bahkan kita tidak dapatkan.

Nikotin merupakan salah satu contoh bahan yang mungkin saja Anda dapatkan walaupun di labelnya mengatakan tidak ada nikotin.

Ada pula kekhawatiran yang muncul terkait standar manufaktur yang digunakan untuk memproduksi beberapa vape liquid. Beberapa Vape Liquid dibuat di ruangan yang bersih dan memenuhi standar dengan memiliki sertifikasi ISO 14644.

Sehingga ada dua pertanyaan yang muncul berkaitan dengan keamanan penggunaan vape liquid yaitu Apakah vape aman digunakan secara umum dan apakah vape liquid yang Anda gunakan aman ?

Pertanyaan pertama mungkin bisa dijawab secara logika yaitu rokok elektrik (vape) lebih aman digunakan daripada rokok tradisional karena vape tidak mengandung tembakau seperti yang terdapat pada rokok tradisional. Namun perlu penelitian lebih lanjut dan sumber yang terpecaya untuk menyatakan bahwa vape lebih aman daripada rokok tradisional. Hal tersebut perlu dilakukan mengingat keduanya memiliki kandungan yang berbeda sehingga bisa menjadi pertimbangan dalam memberikan pernyataan yang benar.

Kemudian jawaban untuk pertanyaan kedua dapat dijelaskan sebagai berikut:

Nikotin

Sebelumnya kita sedikit mengulas mengenai nikotin. Dimana pengertian Nikotin sendiri telah tercantum pada Pasal 1 angka 4 Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 Tentang “Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan” yang bisa kita sebut PP No. 109 Tahun 2012 menyatakan bahwa:

"Nikotin adalah zat atau bahan senyawa pyrolidine yang terdapat dalam nicotiana tabacum, nicotiana rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang bersifat adiktif dapat mengakibatkan ketergantungan.”  

Mengutip dari artikel Desfyana & Sarjana, menjelaskan mengenai mekanisme kerja dari nikotin sendiri yaitu dengan cara menstimulasi otak agar menambah jumlah nikotin secara terus menerus. Semakin lama nikotin bersarang dalam tubuh, maka dapat melumpuhkan otak dan rasa serta dapat meningkatkan adrenalin. Hal tersebut dapat menyebabkan jantung bereaksi secara hormonal dengan cara berdebar lebih cepat dan bekerja lebih keras.

Alasan tersebut bisa menjelaskan kenapa nikotin dapat menyebabkan seseorang ketergantungan dengan produk rokok. Merokok bisa menjadi jalan menghantarkan nikotin ke dalam tubuh, hal tersebut juga berlaku untuk vape.

Tentu saja perokok tidak langsung menelan nikotin secara langsung, namun ada proses memanaskan terlebih dulu sehingga menghasilkan asap. Hal tersebut menjadi menarik secara kimiawi karena terjadi proses perubahan dari bahan padat menjadi gas atau bisa di sebut asap dari proses merokok.

Adanya proses pemanasan atau pembakaran menghasilkan reaksi kimia yaitu formaldehida yang termasuk karsinogen terkenal. Hal tersebut menjadi suatu alarm bahaya untuk penggunaan sistem tangki yang dapat menjadi sangat panas dan sangat cepat. Sehingga dengan mengurangi panas mungkin bisa mengurangi karsinogen yang dihasilkan.

Apabila Anda menginginkan vape liquid tanpa nikotin, maka Anda bisa melakukan survei terlebih dahulu karena bisa jadi kandungan yang terdapat pada label produk tidak benar.

Komponen Dasar

Kebanyakan vape liquid terdiri dari komponen dasar yang menyerupai dengan inhaler. Adapun dua bahan kimia utama yang biasanya menjadi komponen dasar yaitu:

Propylene Glycol (PG) yang dianggap aman untuk digunakan. Selain itu bahan ini kadang digunakan untuk membuat kabut dalam suatu konser atau pertunjukan.

Gliserin nabati merupakan suatu cairan yang termasuk ke dalam kelas makanan dan bertanggung jawab atas terbentuknya sebagian besar asap dalam proses vaping.

Varian Rasa

Seiring berjalannya waktu, sekarang terdapat berbagai macam rasa dari vape liquid seperti rasa mentega, ceri, atau bahkan oat meal. Ada sebagian produsen menggunakan penyedap makanan untuk menambah rasa, mungkin hal ini bagus untuk menambah kenikmatan bagi pengguna vape. Namun ada juga yang menggunakan perasa berbasis minyak.

Adapula penggunaan bahan diacetyl yang digunakan untuk memberikan rasa mentega, sebisa mungkin harus dihindari karena bisa menyebabkan penyakit paru-paru bronchiolitis obliteransMengutip dari American Lung Association, penggunaan diacetyl dianggap berbahaya bermula dari banyaknya kasus pekerja pabrik popcorn yang terkena bronkiolitis obliterans. Sehingga penyakit bronkiolitis obliterans juga bisa disebut penyakit popcorn lung. 

Kemudian penggunaan varian rasa seperti kayu manis, spearmint, dan jeruk diketahui dapat memecahkan atau bahkan melelehkan plastik saat dipanaskan. Sehingga Anda perlu memperhatikan perangkat yang digunakan menyesuaikan rasa yang Anda pilih.

Pada umumnya vape liquid bisa mengandung Nikotin, PG, VG, dan penyedap rasa. Anda perlu membaca label di vape liquid secara menyeluruh untuk memperoleh informasi yang lebih dalam. Anda bisa memilih vape liquid yang sudah memiliki brand ternama, karena terkadang di setiap jenis brand memiliki ciri khasnya masing-masing.

Daftar Pustaka

Desfyana, V., & Sarjana, I. M. Perlindungan Konsumen Terhadap Batasan Kandungan Tar Dan Nikotin Pada Produk Rokok. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum7(8), 1-18.


Post a comment for "Hal Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Vape Liquid"